Beberapa
orang dari desa lain sudah mengenal Nasrudin, mereka datang ke
Aksehiruntuk urusan dagang. Suatu hari mereka berkunjung dan mengetuk
pintu rumah Nasrudin.
“Nasrudin,
saat kami berada di kota, kami berfikir sebaiknya kami mengunjungimu.
Dan ini ada seekor kelinci sebagai tanda hormat kami kepadamu.”
Nasrudin
senang akan kedatangan tamu-tamunyadan sebagai kebiasaan orang Turki,
Nasrudin mengundang mereka untuk makan malam. Istri Nasrudin memasak
kelinci dan mereka makan makanan yang lezat. Beberapa hari kemudian,
ada orang yang mengetuk pintu rumah lagi. Nasrudin tidak tahu siapa
mereka, kemudian mereka memperkenalkan diri.
“Nasrudin,
kami adalah sanak keluarga dari orang yang membawakan kelinci
kepadamu kemarin,” kata mereka.
Mereka
kebetulan lewat ke Aksehir dan berfikir untuk mampir. Nasrudin dan
istrinya mempersilahkan mereka dan melayani dengan baik, mereka
menyediakan sup untuk makan malam.
“Ini
adalah kuah dari kelinci itu!” Nasrudin menjelaskan.
Beberapa
hari kemudian, ada rombonganorang asing datang ketempat Nasrudin.
“Kami
datang dari tetangga desa dari orang yang membawakanmu kelinci.”
Kata mereka.
Nasrudin
tidak punya pilihan dan membiarkan mereka masuk. Ketika waktunya
makan malam, Nasrudin membawakan panic besar yang penuh dengan air ke
atas meja.
“Apa
ini Nasrudin?” Tanya sang tamu dengan nada tidak senang.
“Ini
adalah kuah dari kuah kelinci.” Bentak Nasrudin.
Selasa, Februari 28, 2012
RaiHana_eLHawa




0 komentar:
Posting Komentar