Selasa, 28 Februari 2012

Pembayaran yang Adil


Seorang petani sedang memotong kayu di hutan.petani lain mengawasi sambil duduk – duduk dengan enaknya di atas batang kayu. Laki – laki yang sedang memotong kayu itu menggunakan kapak yang berat untuk memotong kayu besar.
Dengan kedua tangannya, dia mengangkat kapak ke atas kepalanya, kemudian menimbulkan dentuman yang hebat di atas kayu. Setiap kali dia mengayunkan kapak, petani lain mengawasi dan membiarkan menimbulkan bunyi yang keras.
Itulah cara yang dilakukan untuk memotong kayu sampai semuanya tebelah. Setelah pekerjaan selesai,
petani yang memotong kayu mulai mengumpulkan bagian – bagian kayu itu ke dalam karung dan membawanya ke rumah. Saat itu, petani lain yang hanya mengawasi dan mendengarkan bunyi potongan kayu saat dibelah meminta bayarandari sang petani.
Kenapa saya harus membayarmu, sedangkan engkau tidak melakukan apapun?” kata petani yang membelah kayu di hutan.
Tentu,” kata yang lainnya berkata, “Saya mendengarkan bunyi saat engkau memotong, bukan?”
Sang pemotong kayu tidak setuju bahwa hanya karena mendengar bunyi itu maka orang lain berhak untuk mendapatkan uang, kemudian pembicaraan mereka menjadi semakin kasar. Kedua orang itu akhirnya memutuskan untuk membawa perselisihan mereka ke hakim,saat itu orang yang menjadi hakim adalah Nasrudin.nasrudin mendengarkan kedua orang itu, kemudian bertanya kepada pemotong kayu untuk memberinya dompet. Dia mengambil beberapa koin dari dalam dompet dan menjatuhkannya di atas meja. Koin itu berbunyi gemerincing di atas meja kayu Nasrudin.
Apakah engkau mendengar bunyi gemerincing dari koin ini?” tanyanya.
Ya, Nasrudin saya mendengarnya.” Jawabnya.
Jadi engkau sudah mendapatkan pembayaran yang sah.” Kata Nasrudin “Engkau hanya mendengar suara dan engkau juga dibayar dengan suara.”

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Review